Showing posts with label Perjalanan. Show all posts
Showing posts with label Perjalanan. Show all posts

Wednesday, August 03, 2005

Coelho, Fayyoum, dan Mesir Sebagai Ardlul Hadlarah

Fayyoum. Saya mengenalmu ketika Coelho berkisah tentangmu. Berkisah tentang seorang insan yang dengan kemauannya mengejar ambisi menggali harta karun yang konon dituturkan berada di kota tersebut. Legenda pribadi yang senantiasa ia pegangi dan turuti menyusuri impi dengan segala prahara yang diyakininya pasti terjadi. Kisah tentang impi yang pasti terpenuhi selama kemauan untuk menggapainya kekal menemani. Dan Santiago, anak manusia yang mengawali karir sebagai penggembala domba itu, pun mewujudkan mimpinya. Ia pun menyulap impinya menjadi kenyataan. Menyusuri sahara dengan segala tantangan yang dihadapi, melewati piramid yang berada di Giza, Santiago akhirnya mendapatkan harta karun itu.

Tuesday, August 02, 2005

Perpustakaan Iskandariyah: Pesona Peradaban Mesir


Dua puluh lima hari berlalu sejak saya pertama kali menginjakkan kaki di bumi kinanah, Mesir (7/7/05). Sejumlah perpustakaan di kota Kairo telah saya kunjungi. Begitu juga sejumlah toko buku ternama saya datangi. Banyak buku yang telah saya temukan, namun tidak semuanya kuasa saya dapatkan. Terbatasnya dana menjadi satu-satunya ganjalah. ”ketimbang tidak sama sekali, yang saya dapatkan lebih dari sekadar cukup,” batin saya menghibur diri. Namun masih tersisa dalam benak, keinginan untuk mengunjungi sebuah perpustakaan bersejarah, dan tentunya paling representatif di Mesir: Perpustakaan Iskandariah. Berharap untuk mendapatkan apa yang saya cari melengkapi survey bibliografis tentang studi ilmu Al-Qur’an, keinginan untuk mengunjungi perpustakaan bersejarah itu semakin menjadi-jadi. Maklum, niat utama ziarah saya ke kota seribu menara itu adalah penelitian pustaka studi ilmu Al-Qur’an di Mesir. Tentu saja, sasaran utama penelusuran itu adalah perpustakaan, di samping toko-toko buku terkemuka di Mesir.

Wednesday, July 27, 2005

Kujumpai Imam Syafi'i Walau Hanya Pusaranya


Tidak bijak kalau hanya memandang Mesir dari segi eksotisnya semata, sebagaimana tidak lengkap tanpa mengunjungi sejumlah situs bersejarah yang bertebaran di kota Mesir ini. Tidak berlebihan jika aku mengatakan bahwa Mesir menyisakan peradaban yang luar biasa dengan orang-orang besar yang turut menorehkan perannya dalam sejarah. Peradaban dalam arti yang seluas-luasnya. Bangunan-bangunan bersejarah bertebaran di mana-mana. Masjid satu di antara peninggalan sejarah itu.

Tuesday, July 26, 2005

Sebuah Malam di Tepi Nil


Malam ini saya memutuskan untuk menikmati malam di tepi Nil. Sepanjang siang, saya bersama seorang kawan—Shiddiq Thabrani—menyusuri lorong Kairo menuju kawasan Al-Azhar. Keinginan untuk menyusuri tumpukan buku di Maktabah Al-Azhar kandas. Pasalnya, gedung berlantai belasan itu sedang direnovasi. ”Perpustakaan baru dibuka untuk publik awal bulan depan”. Saya kecewa karena sasaran utama kedatangan saya di Kairo, salah satunya adalah survey di Perpustakaan kampus terkemuka, Al-Azhar.

Monday, July 25, 2005

Eksotisme dan Keganasan Sahara


Perjalananku ke Kairo memang untuk riset. Tapi, seandainya mungkin, tentu aku memanfaatkan momen ini tidak saja melacak literatur yang menjadi faktor utama kedatanganku di kota seribu menara ini. Aku pun merasa perlu untuk menikmati keindahan panorama padang pasir dengan sejumlah keajaiban alamnya. Begitu aku merasa cukup mengelilingi sejumlah perpustakaan di Kairo, bukan di seluruh Mesir, pun juga aku merasa cukup mengunjungi sejumlah maktabah (toko buku) di kawasan ini, kuputuskan sisa waktu ini untuk menikmati panorama Mesir yang tidak saja dikenal dengan sungai Nilnya, tapi juga sejumlah kawasan wisata dan tempat berziarah lainnya. Bukit Sinai dan Sharm al-Sheikh satu dari sejumlah tempat bersejarah dan kawasan wisata yang kurencanakan untuk dikunjungi.